8 Februari 2014

Catatan Ummi Kece #4

Pundak kita lebih kuat untuk sekedar cobaan

Alhamdulillah, Khoiry mau punya ade nih. Tak disangka-sangka, tak direncanakan, saya hamil lagi. Karunia itu datang pada kami dari arah yang tak terduga. Saat ini usia kandungannya sudah 14 minggu. Alhamdulillah sehat, tak kekurangan satu apa pun.

Saat tahu hamil, saya sempat kaget dan sedikit khawatir juga. Aduuuuh, bisa nggak yah, saya ngurus baby lagi sementara Khoiry pun masih perlu perhatian. Ya Allah. Untungnya Allah cepat-cepat menyadarkan saya. Allah tak akan memberikan cobaan di luar kesanggupan hamba-hambaNya, kan? Kalau Allah sudah memberi, berarti kita mampu. Yap. Saya mampu. InsyaAllah.


Hallo! di Sumedang Juga Ada Signal Loh

Hallo temans blogger :))

Hallo Februari :) Ah rasanya terlalu lama saya menghilang hingga banyak hal-hal yang terlewatkan. Postingan ini, adalah postingan pertama saya di Sumedang. Sumedang dear! You knows?
Sumedang adalah kota kecil di pinggiran Jawa Barat. Jangan membayangkan yang terlalu primit tentang Sumedang ya, saat ini pembangunannya lumayan pesat, ada pembangunan Waduk Jatigede dan sebentar lagi akan di bangun bandara Kertajati di perbatasan Sumedang-Majalengka.

Hanya saja jaringan internet di sini agak lumayan susah (hahha :D karena saya tinggal di kampungnya, bukan di Sumedang kotanya). Saya harus berjibaku dengan rasa sabar hanya untuk membuka satu halaman blog saja. Hal ini tentu saja membuat saya kudet alias kurang update. Yah, mau bagaimana lagi, siapa suruh pindah ke kampung toh? Akhirnya, karena bisnis baru suami pun harus menggunakan fasilitas internet, maka suami membuat antena odong-odong untuk menguatkan signal. Suami bilang sih, antena yagi namanya. Kenapa saya bilang odong-odong? Karena membuatnya juga alakadarnya. Dibuat dari alumunium bekas antena televisi yang sudah tak terpakai dan seserok (alat untuk memasak). Hasilnya, yaa Alhamdulillah, saya bisa update lagi sekarang :) *joged hawaii

21 Desember 2013

Bapak di Mata Anak Perempuannya

Sebelum besok kita merayakan hari ibu, saya ingin lebih dulu membuat sebuah tulisan tentang seorang ayah. Bagaimana pun rasanya tak adil ketika ketika hanya merayakan hari ibu saja, padahal kita ada karena kita memiliki seorang ayah. Perjuangan seorang ayah sangatlah berat, beliaulah yang senantiasa memeras keringat agar kita bisa makan sesuap nasi. Beliaulah yang rela sedikit tidur agar kita bisa lelap beristirahat.

Well, beberapa hari yang lalu saya menelpon ibu untuk mengabarkan saya hamil lagi. *perihal kehamilan ini kita bahas nanti saja :D. Setelah mengucap rasa syukurnya, ibu memberitahu saya bahwa Bapak marah ketika saya menanyakan rumah kontrakan di Sumedang. Yah, sesuai rencana saya dan suami, akhir tahun ini kami berniat pulang kampung. *bye bye Tangerang Sreett #lap ingus. Karena itulah saya menanyakan rumah kontrakan untuk hunian sementara kami bertiga. Pikir saya, moso mau numpang di rumah ortu sih?
Namun diluar dugaan saya, ternyata Bapak tidak suka dengan keputusan saya dan suami "kawas di imah hareurin wae,"[1] katanya.

12 Desember 2013

Saya Kapok Naik Kereta Api

“Saya kapok naek yang beginian.”

Inilah perkataan yang entah sadar atau tidak diucapkan salah seorang korban tabrakan KRL dan truk tangki pertamina, Senin 9 Desember 2013 di perlintasan kerata api Pondok Betung, Bintaro. Si Ibu mengucapkannya dengan air mata yang menganak sungai. Kentara sekali dari raut wajahnya jika dia masih panik.

credit

10 Desember 2013

Tips Jitu Tampil Wangi tanpa Parfum

Dalam islam seorang muslimah dilarang memakai wewangian ketika keluar rumah. Atau yang lebih kita kenal dengan parfum. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW.

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Nah ngeri kan ganjarannya jika kita melanggar larangan ini? Disamakan dengan pelacur loh!

Wah! Tapi aku nggak bisa kalau nggak pake parfum. Nggak pede. Nanti gimana kalau bau. Kan nggak enak juga?

credit