22 Juni 2017

Lebaran : Hindari Pakaian Syuhrah

Tak terasa Ramadhan sudah memasuki hari-hari terakhir. Di hari-hari terakhir ini sepatutnya kita gunakan untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan Allah SWT. Juga bersungguh-sungguh agar bisa mendapat lailatul qadar di 10 hari terakhir ini. Namun naasnya, banyak kaum muslim yang terjebak euforia berlebihan untuk menyambut idul fitri. Segala hal dipersiapkan, mulai dari pakaian, pulang kampung hingga kue-kue lebaran. Rasanya tak afdol jika berlebaran tanpa hal-hal tersebut.

Tidak ada larangan untuk menyambut dan mempersiapkan idul fitri namun yang lebih penting adalah introspeksi masing-masing individu tentang sudahkah ramadhan ini membuat kita menjadi hamba yang bertaqwa?

Di hari-hari terakhir ramadhan, biasanya pusat-pusat perbelanjaan lebih ramai dibandingkan masjid. Orang-orang berjubel dan rela berdesak-desakan untuk membeli kebutuhan lebaran terutama baju baru. Pada akhirnya, tak jarang aktivitas ini justru merusak pahala puasa bahkan membatalkan puasa kita. Padahal saat ini kita bisa berbelanja baju lebaran dengan cara online agar tak merusak puasa. Seperti di berbelanja di zalora misalnya. Zalora menyediakan banyak pilihan pakaian yang bisa kita kenakan di hari raya.

4 Mei 2017

Kartun India Bukan Tontonan Anak-anak


gambar dari google
Akhir-akhir ini banyak bermunculan film kartun produksi india yang bertemakan detektif cilik atau super hero cilik. Sebut saja Shiva, Chacha Batija, dan Vir. Ketiga film ini mengangkat anak kecil sebagai tokoh sentral. Dimana, di setiap ceritanya, merekalah yang akan menyelesaikan berbagai kasus kejahatan.

Film-film ini sasarannya adalah anak-anak, namun sayang, film-film ini justru tidak baik untuk dijadikan tontonan anak. Pasalnya, bukan hanya banyak bermuatan kekerasan, film ini juga secara tidak langsung meremehkan orangtua. Di film Shiva misalnya, Shiva dan kawan-kawannya diceritakan selalu lebih pintar dari para polisi dalam mengungkap kejahatan. Atau di film Chacha Batija, ada saja ulah Pak polisi yang justru nyeleneh. Kan aneh?

19 April 2017

Menerbangkan Only Bird



Sudah ratusan kali saya meminta suami untuk mundur dari keinginannya dan harapannya akan Doyan Creative yang terlanjur membumbung tinggi. Namun ratusan kali juga suami meyakinkan saya bahwa Allah akan mewujudkan mimpi-mimpinya. “Allah itu seperti prasangka hamba-Nya,” katanya setiap kali saya mulai putus asa. “Ngelamar lagi atuh, Bi!” usulku agar dia mencari kerja saja. “Siapa atuh yang mau dilamar Aa?” jawabnya usil.

Yap. Seperti yang saya ceritakan 3 tahun lalu. Setelah suami resign, dia memutuskan untuk merintis bisnis kreatif di bidang IT. Melalui doyan creative, suami membuat aplikasi dan game yang bisa digunakan oleh pengguna smartphone.


Namun, setelah berjalan beberapa tahun, bisnis ini belum menemukan jalannya. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari suami berdagang dengan tetap mengembangkan doyan creative. Saya sering sekali sakit hati ketika keluarga dan tetangga nyinyir pada suami. Mereka bilang, buat apa sekolah tinggi jika ujung-ujungnya dagang!. Atau yang lebih nyelekit, ada yang meledek suami dengan sebutan sarjana salah jurusan. Ya Allah...
Namun suami memilih untuk tak mempedulikan itu semua. Mereka tak tahu apa yang sedang dan bisa kita lakukan, katanya.

Dan untuk menyikapi ke-keras kepala-an suami akhirnya saya memutuskan untuk mendukungnya. Bukankah itu tugas seorang istri? Lagi pula saya tahu, ada banyak hal baik yang bisa suami lakukan ketika bisnisnya berjalan.

Apa #OnlyBird?

31 Maret 2017

Jalur Nafkah Bagi Perempuan dalam Islam


credit

Kisah pilu bocah 12 tahun di Sumedang yang harus mengurus 3 orang adiknya menyadarkan kita banyak hal. Revan terpaksa berhenti sekolah karena harus mengurus 3 adiknya, bahkan yang paling kecil masih berusia 4 bulan. Ayahnya meninggal bulan Desember lalu dan sang ibu terpaksa bekerja ke Jawa untuk menghidupi keluarganya. Alhasil, Revan lah yang bertanggungjawab mengurus 3 orang adiknya seorang diri.

Menurut penuturan para tetangga, Yuyun, ibu keempat anak tersebut selalu menolak jika diberi bantuan. Alasannya tidak ingin merepotkan orang lain. Lalu apakah karena alasan tidak ingin merepotkan orang lain, ibu Yuyun harus tega meninggalkan anak-anaknya untuk bekerja?

Tetiba saya ingat ceramah Mamah Dedeh yang kurang lebih isinya menganjurkan agar seorang perempuan bisa mandiri dengan memiliki penghasilan sendiri, tujuannya agar tidak melulu merepotkan suami dan bisa menghidupi keluarga setelah suami tiada. Benarkah? Menurut hemat saya, pendapat Mamah Dedeh ini tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar. Bekerja adalah sesuatu yang dibolehkan bagi perempuan dengan syarat pekerjaannya itu tidak melalaikan kewajibannya yang utama sebagai pengurus rumah tangga. Jika sepeninggal suami seorang perempuan ingin bekerja, maka sah-sah saja. Dengan syarat tidak melalaikan kewajibannya yang utama.tapi, bertolak belakang dengan hal ini saya berani bersaksi jika diluar sana banyak perempuan (sepeninggal suami) yang tetap bisa menghidupi anak-anaknya meski tidak bekerja. Yah, karena Allah lah yang memberikan rizki pada setiap makhluk-Nya dan ada banyak jalan pula hingga rizki itu sampai ke tangan kita.

14 Maret 2017

Memperbaiki Akhlak Setiap Muslim

credit

Islam adalah agama yang sempurna. Ia tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan penciptanya, namun mengatur juga hubungan manusia dengan sesamanya dan dengan dirinya sendiri. Untuk hubungan manusia dengan Sang Khalik, islam mengaturnya dalam perkara akidah dan ibadah. Sedangkan untuk hubungan manusia dengan sesamanya, islam mengaturnya dalam perkara mu’amalat dan uqubat. Perkara pakaian, makanan, dan akhlak adalah aturan islam untuk hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Karena itulah, agama kita bernama islam (yang berarti selamat). Karena ketika setiap muslim melaksanakan aturan-aturan islam dengan sempurna, maka manusia akan selamat dunia dan akhirat.

Berbicara masalah akhlak, akhlak adalah sesuatu yang sangat penting bagi setiap muslim. Jika diibaratkan sebuah pohon, maka akhlak adalah buahnya. Ketika kita mengingankan buah yang bagus, maka pohon tersebut haruslah memiki akar, batang, dan daun yang bagus pula. Karena sebuah pohon mustahil akan berbuah dengan baik jika bagian pohon yang lainnya jelek. Begitu pula seorang muslim, dia akan memiliki akhlak yang mulia manakala dia memiliki akidah yang kuat dan diterapkannya aturan islam dalam setiap sendi kehidupan.

Bisakah saat ini seorang muslim, khususnya muslimah memiliki akhlakul karimah?