4 Agustus 2014

Pelajaran yang Terselip di Lantai Rumah dan Hujan

Pagi kemarin saya mendapat pelajaran yang luar biasa ketika mengepel teras rumah. Bukan iklan pembersih lantai loh ya. Tapi sebuah pelajaran yang luar biasa tentang kehidupan. (yaampunseriusamat) kok bisa?

Musim kemarau seperti sekarang, saya jarang sekali ngepel teras rumah. Paling seminggu sekali, itu pun kalau lantainya sudah terlanjur kumel (ketahuanjoroknya!) Musim kemarau, teras depan paling hanya dipenuhi debu-debu yang dibawa angin. Jadi bisa dibersihkan hanya dengan menyapunya. Berbeda situasinya kalau musim hujan, setiap hari saya harus ngepel. Bisa sampai dua kali sehari atau tiga kali sehari. Bukan karena sok rajin, tapi rasanya nggak nyaman kalau teras rumah becek, penuh cipratan tanah dan jejak-jejak kaki ayam atau kucing. (kalaudikampungayamtetanggaberseliweran)

credit

Mentafakuri kenyataan ini (yaampunbahasanya), saya kemudian menganalogikannya dengan diri kita *eh saya sendiri. Kita sebagai manusia seringnya berkaca dan bermuhasabah diri hanya ketika dilanda kesedihan. Kalau lagi bahagia mah boro-boro. Sama kayak saya yang rajin ngepel kalau musim hujan. Kita ibaratkan saja air hujan sebagai air mata. Yah, sekali-kali kita memang membutuhkan air mata agar kita bersedia untuk melihat diri kita dan membersihkan kotoran-kotoran yang terselip di dalamnya.

Allah tak semata-mata menurunkan cobaan pada hambaNya. Dia yang Maha Rahman mempunyai maksud tersendiri ketika memberi cobaan pada hamba-hambaNya. Salah satunya untuk menghapus dosa dan meningkatka kualitas diri kita. Hanya saja kita lebih sering tak melihat maksudnya. Mata kita terlanjur kabur oleh air mata yang menggenang di sudut-sudut mata.

“Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka dia akan mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai dengan agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Semoga ke depannya kita bisa lebih sering membersihkan diri tanpa harus ada dulu air mata.
Mari Ngepel! *eh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejakmu di sini :)
Thanks for coming