4 Oktober 2015

Bencana Kabut Asap : Pemerintah Harus Tegas!

Polri tengah menangani 236 kasus pembakaran lahan dan hutan.

Cukup kaget saya membaca running di TvOne sore kemarin. 236? wah bukan angka yang sedikit untuk kasus kejahatan. Pantas saja jika dampak yang ditimbulkannya begitu besar. Kabut asap sebenarnya bukan masalah baru bagi masyarakat Indonesia. Kebakaran lahan dan hutan yang cukup dahsyat sudah terjadi setidaknya sejak 1967. Sejak itu kebakaran lahan dan hutan terus berulang tiap tahun karena belum ada penangan yang serius dari pemerintah. Kabut asap kali ini disebabkan oleh kebakaran yang menghanguskan puluhan ribu hektar hutan dan lahan. Kebakaran menghanguskan lebih dari 40.000 hektar lahan di Jambi. Sebanyak 33.000 hektar yang terbakar adalah lahan gambut. (Kompas, 9/9). Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, luas area yang mengalami kebakaran di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai 26.664 hektar (Kontan.co.id, 27/9).
Indonesia adalah paru-paru dunia. Negara yang dikenal dengan julukan zamrud khatulistiwa ini memiliki hutan yang begitu luas. Kawasan hutan Indonesia mencapai 162 juta hektar. Indonesia adalah pemilik hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia, setelah Brasil dan Kongo. Sayangnya, menurut buku Rekor Dunia Guinness, Indonesia adalah negara yang memiliki tingkat kehancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90 persen dari sisa hutan di dunia.

Menurut buku tersebut, Indonesia menghancurkan luas hutan yang setara dengan 300 lapangan sepak bola setiap jamnya. Forest Watch Indonesia pun mencatat kerusakan hutan di Indonesia dari tahun terus meningkat, sampai saat ini saja sudah mencapai 2 juta hektar per tahun.Sebanyak 72 persen dari hutan asli Indonesia telah musnah. Akibatnya, luas hutan Indonesia selama 50 tahun terakhir telah berkurang dari 162 juta hektar menjadi 98 juta hektar. (kompas.com)
Akibat Tangan Manusia

]ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ[
Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (TQS ar-Rum [30]: 41).
Musibah kabut asap yang melanda Indonesia adalah akibat ulah manusia sendiri. Dari tahun ke tahun pembakaran hutan untuk kepentingan bisnis dan pribadi terus terjadi. Musibah ini berdampak pada sistem ekologis, berpengaruh juga pada sektor ekonomi dengan terganggunya penerbangan serta menyebabkan bencana kesehatan massal. Sebanyak 25,6 juta jiwa terpapar asap, yaitu 22,6 juta jiwa di Sumatera dan 3 juta jiwa di Kalimantan, hingga banyak masyarakat yang terkena ispa.


Akar Masalah
Akar masalah dari kasus ini adalah keserakahan manusia. Manusia memang diciptakan dengan potensi merusak. Masih ingat sebuah ayat di Al Quran yang menceritakan bahwa para malaikat melakukan protes ketika Allah menunjuk manusia sebagai khalifah di muka bumi?

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman pada para malaikat, “Sungguh Aku (akan) menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Masyak di dalam bumi, Engkau akan mencipta orang yang membuat kerusakan di dalamnya? Padahal kami bertasbih dengan PujianMu dan mengkuduskan padaMu?.” Dia berfirman, “Sungguh Aku tahu yang tidak kalian ketahui.” (30).
 
Pada ayat ini disebutkan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk menumpahkan darah dan berbuat kerusakan. Hanya saja Allah mengatakan bahwa Allah lebih mengetahui di bandingkan para malaikat. Artinya, meskipun manusia memiliki kecemderungan untuk merusak, manusia tetap berpotensi menjadi seorang pemimpin. Tentunya dengan akal yang dimilikinya. Yang menyebabkan manusia berperilaku menyimpang adalah karena manusia memiliki hawa nafsu. Karena itulah hawa nafsu manusia harus dikekang. Bagaimana caranya?
Hawa nafsu manusia bisa dikekang dari tataran pribadi terlebih dahulu. Bagaimana kemudian setiap individu ini harus menyadari bahwa kelak setiap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban di hari penghisaban. Jika masih tidak bisa maka yang harus bertindak adalah pemerintah. Dengan melakukan tindakan preventif dan kuratif.
Tindakan preventif bisa dilakukan pemerintah dengan membina masyarakat agar menjadi insan yang mulia. Dalam hal ini tidak menjadi manusia serakah yang lantas mengejar kepentingan pribadi (membakar lahan untuk kepentingan bisnis) dan mengabaikan hak-hak alam serta orang lain. Hal ini bisa dilakukan melalui dunia pendidikan dengan menciptakan sistem pendidikan profesional yang bisa mencetak generasi-generasi unggul bukan abal-abal.
Sedangkan tindakan kuratif bisa dilakukan pemerintah dengan menindak tegas setiap pelaku pembakaran lahan dan hutan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan. Dan mencegah tindakan tersebut terulang kembali.
Finally, pemerintah yang memegang peranan penting untuk mengakhiri musibah kabut asap ini. Tapi itu tak menutup kesempatan bagi kita untuk terus menyuarakan perbaikan dan mendukung serta mengoreksi penguasa.
Dalam sebuhah hadits dijelskan,
« الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ »
Seorang imam (khalifah) adalah tameng atau perisai, dimana di belakangnya umat berperang, dan kepadanya umat berlindung.” (HR. Muslim).

kabut asap

#SaveHutanIndonesia
#BloggerMuslimah
#SpecialBlogWalking

23 komentar:

  1. Kalau menurut buku record guinness, indonesia memiliki tingkat kehancuran hutan yang paling cepat, aku rasa indonesia tidak pernah pantas menyandang status PARU PARU DUNIA. Kita hanya menang luas saja, tapi minim udara bersih. Dan korban 236 hanya lah angka, belum lagi korban sakit hati *loh,eh* hehehee.. Sakit hati aku, miris, sedih, nangis, lihat berita ini di tipi.. Hhiikkksss..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin lebih tepatnya, Indonesia ini negara kaya, tapi saking kayanya jadi pada terlena. ujung-ujungnya ngerusak SDA yang berlimpah itu

      Hapus
  2. iyaa.. pemerintah harus tegas mengenai kebakaran hutan, cabut ijin perusahaan yang terbukti membakar lahan untuk perluasan bisnis

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kali ini pemerintah lebih tegas ya! agar bencana ini tidak terulang lagi

      Hapus
  3. Hutang jantung oksigen manusia dan tempat ternyaman binatang buas tapi kenapa sekarang harus dibakar setiap tahunnya? Miris sekali!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang ngebakarnya orang-orang tamak mba, yang hanya mementingkan kepentingan pribadi tanpa memikirkan resikonya

      Hapus
  4. rasanya berharap sama pemerintah cuma di php ini..mending berharap sama Allah saja hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Allah memang tempat paling tepat untuk menyandarkan setiap harapan. tapi kalau sama pemerintah kita juga tetep harus mengoreksi dan mendorong agar lebih baik lagi

      Hapus
  5. setuju.. pemerintah harus ambil sikap

    BalasHapus
  6. bukan hanya pemerintah saja yg harus berjuang untuk membasmi asap yang mulai bandel ini .. kita pun sepatutnya turun ambil bagian untuk bersama sama menghentikan asap ini.. hutan ini milik kita negri ini milik kita ... kalau bukan kita siapa lagi...?
    #melawanasap

    BalasHapus
  7. bukan hanya pemerintah saja yg harus berjuang untuk membasmi asap yang mulai bandel ini .. kita pun sepatutnya turun ambil bagian untuk bersama sama menghentikan asap ini.. hutan ini milik kita negri ini milik kita ... kalau bukan kita siapa lagi...?
    #melawanasap

    BalasHapus
  8. Semoga korban tidak terus bertambah ya, miris banget dengan kondisi negeri ini. Malu juga sama negara tetangga yg kebagian asap gratis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiin. semoga musibah ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua

      Hapus
  9. Smg hujan deras segera turun...dan melenyapkan semua kabut asap...aamiinn

    BalasHapus
  10. Semoga tidak makin parah, berdoa moga segera turun hujan dan padam apinya, hilang asapnya. aamiin... :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  11. Udah nggak tahu mau comment apa, yang pasti ingin segera kabut asap berhenti. Aamiin...

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  13. semoga segera pulih ya, mba..

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejakmu di sini :)
Thanks for coming