Jika cinta diibaratkan tanaman, maka hal-hal romantis adalah air yang mencegahnya layu. Cinta juga butuh perawatan agar tak mati di tengah jalan. Hal-hal yang dianggap romantis akan berbeda bagi tiap pasangan. Mungkin ada yang menyebut makan berdua, jalan-jalan berdua, atau sekedar bercengkrama dengan pasangan membicarakan masa depan.
Lalu apa romantis bagi saya?
Bagi saya banyak hal yang bisa dikategorikan romantis bahkan hal-hal sederhana.
Setelah menikah saya diboyong suami ke Tangerang. Tak ada alasan bagi saya untuk menolak. Sebagai seorang istri sudah kewajiban saya untuk manut pada suami. Selama dua bulan kami tinggal di rumah kontrakan yang hanya satu petak alias satu ruangan. Kamar mandi pun ada di luar. Dipakai bersama-sama dengan kontraktor lain. Ada keinginan untuk pindah. Tapi mencari rumah kontrakan yang nyaman tidak semudah yang dibayangkan. Selain itu, karena baru menikah kami belum punya banyak barang (alat-alat rumah tangga) sebagai pengisi rumah. Tapi siapa sangka, dari keadaan ini kami bisa menciptakan hal-hal yang romantis.
21 Oktober 2013
4 Oktober 2013
Gerakan Indonesia Berjoged
Bada Ramadhan, yang diingat masyarakat
Indonesia adalah goyang caisar. Setelah acara sahur yang
dibintanginya mendapat rating tertinggi, caisar dan goyangannya jadi
terkenal ke seantero jagad. Tua muda hapal goyang caisar. Duh,
bukannya suasana ramadhan yang diingat dan dibudayakan, ini malah
goyang caisar. Baru-baru ini, acara serupa yang dibintangi caisar cs,
malah tayang setiap hari secara live. Antusiasme masyarakat sangat
bagus, begitu ungkap CEO televesi swasta tersebut.
Melihat keberhasilan goyang caisar yang
mendongkrang rating acara yang dibintanginya, acara-acara dari
televisi lain pun latah membuat goyangan yang meraka banggakan
sebagai ciri khasnya.
Melihat fakta ini, saya jadi berpikir
*sok serius. Tapi ini beneran loh, kenapa sekarang masyarakat
Indonesia sangat gemar dengan acara lawakan? Dan parahnya lagi
lawakannya itu nggak mendidik bahkan lebih banyak meledek orang lain,
mencaci maki, sampai membully orang-orang tertentu. Apa karena
tingkat stres di Indonesia semakin tinggi? Hingga ketika pulang ke
rumah yang ingin dilihat adalah acara-acara yang mengundang gelak
tawa?
3 Oktober 2013
Mobil Murah : Kebijakan Prematur
Mobil
Murah Ramah Lingkungan atau Low Cost and Green Car (LCGC) resmi
dipamerkan pada event Indonesia International Motor Show 2013 di
Hall D JIExpo Kemayoran, hari Minggu, 22 September 2013. Meskipun
menuai kritik dari berbagai pihak, baik dari kalangan masyarakat
hingga kepala daerah, mobil-mobil murah malah menjadi primadona di
event tersebut. Walaupun ditawarkan dengan harga yang relatif murah,
mobil-mobil ini memiliki kualitas yang lumayan bagus dan lebih irit
bahan bakar. Hal inilah yang menjadi magnet bagi banyak kalangan
untuk membeli mobil murah.
Memiliki komoditi
murah, termasuk mobil memang hak bagi setiap orang. Apalagi jika
dikaitkan dengan wajah transportasi massal yang buruk, memiliki mobil
pribadi bisa menjadi solusi praktis untuk terhindar dari buruknya
pelayanan transportasi massal tersebut. Lantas apa yang menjadi
masalahnya hingga ditentang berbagai pihak?
2 September 2013
Jangan Takut pada Allah
Hemmm, sepertinya judul postingan saya
kali ini mengundang banyak pertanyaan.
Tapi jangan marah dulu sebelum tuntas
membaca postingan ini yaa.
Ilmu yang akan saya bagikan kali ini
adalah ilmu yang saya dapatkan ketika saya mengikuti Majelis Taqarub
Ilallah, di Sumedang. Masih ngebahas puasa sih, soalnya saya dapat
ilmu ini ketika bulan Ramadhan.
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ
عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ
عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang
sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Tolong Hukum Saya
Assalamu'alaykum
Apa kabar teman-teman blogger
semuanyaaaah.
Kangen ihhh, ya Allah. Saya sempet
kaget ketika melihat postingan terakhir di blog ini tanggal 30 Juni.
Gubrak! Masya Allah berarti 2 bulan saya mangkir dari tugas ya. :))
Pruk-pruk (bersihin lumut dulu).
Terhitung tanggal 21 Juli, saya pulang kampung ke Sumedang sama
Khoiry. Tentunya ninggalin suami yang baru dapet libur H-1 idul
fitri. Pertimbangannya banyak, salah satunya adalah ibu saya yang
minta cepat-cepat pulang. Sudah terlanjur kangen sama cucu,
begitu katanya. Maklumlah. Anak saya cucu pertamanya.
Sebenarnya saya (dengan ijin suami)
membawa laptop satu-satunya milik kami ke Sumedang. Biar bisa nulis
di sana, itu alasan saya. Eh, ternyata. Boro-boro nulis deh. Buka
laptopnya pun jarang banget. Akhirnya laptop hanya dipakai nonton
video sama adik-adikku. Benar-benar ironis. Padahal di Sumedang
banyak saudara yang bisa dengan senang hati mengasuh Khoiry ketika
hasrat menulis saya muncul. Tapi mungkin sudah kebiasaan, di
Tangerang saya nggak pernah ninggalin Khoiry atau nitipin dia ke
tetangga sekali pun pekerjaan rumah numpuk. Kalau dia bangun, saya
khususon jagain dia. Jadi, di Sumedang pun, ketika Khoiry diajak main
jauh-jauh sama adik-adik saya atau keluarga yang lain, saya bukannya
tenang nulis, malah kelabakan nyariin dia. Khawatir. Takut dia jatuh
atau dikasih jajan yang aneh-aneh. Haduuh... padahal itu cuma rasa
khawatir yang berlebihan saja kan?
Langganan:
Postingan (Atom)