20 Maret 2013

Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas

Berbicara masalah fasilitas umum, setiap masyarakat pasti mengakui bahwa fasilitas umum yang ada saat ini, tidaklah memadai bahkan terkadang jauh dari kata layak. Oke, sebelum membahas lebih jauh, alangkah lebih baiknya jika kita memahami dulu apa itu fasilitas umum dan apa saja contohnya.Fasilitas umum, menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah fasilitas yang disediakan untuk kepentingan umum seperti jalan dan alat penerangan. Awalnya saya menganggap jika sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah masuk ke dalam contoh fasilitas umum, tapi ternyata tidak. Dalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan bahwa sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah masuk ke dalam fasilitas sosial. Mungkin lebih ringkasnya fasilitas umum adalah fasilitas yang disediakan untuk memudahkan masyarakat dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Sedangkan fasilitas sosial adalah fasilitas yang disediakan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan, misalnya tempat ibadah dan sarana pendidikan.


Awalnya saya ingin membahas masalah pendidikan juga berhubung pendidikan adalah hal yang sangat krusial dalam pembangunan suatu bangsa, tapi niat itu saya urungkan setelah tahu bahwa masalah pendidikan, dalam hal ini, sekolah, tidak termasuk dalam fasilitas umum.
Jalan rusak di Kecamatan Curug


Ketika saya tinggal di Kabupaten Tangerang, saya sempat ketawa sekaligus tersenyum miris melihat keadaan salah satu ruas jalan di Kecamatan Curug yang sangat memprihatinkan. Kondisi jalan berlubang di sani-sini bahkan hampir seluruh badan jalan berlubang. Kondisi ini jelas membahayakan bagi pengendara kendaraan. Seorang sopir angkot, pernah berkelakar jika ibu hamil naik angkot dan lewat jalan ini, pasti melahirkan di jalan saking kerasnya guncangan. Saya yang kebetulan naik angkot ini mengamini dalam hati. Melihat fasilitas umum yang memprihatinkan, pemerintah juga di nilai kurang responsif. Bayangkan, hampir sekian lama masyarakat harus menderita dengan kondisi jalan yang rusak tanpa penanganan yang serius dari pemerintah setempat. Saking kesalnya, warga sampai membuat anekdot di jalan yang berlubang dengan memasang papan bertuliskan kolam lele berdasi. Miris. Setelah saya pindah ke Tangerang Selatan pun, keadaan tak jauh beda.
nugrahadadan.wordpress.com

Selain jalan, sarana transfortasi lain yang menjadi sorotan akhir-akhir ini adalah angkutan umum. Kondisi angkutan umum di Indonesia semrawut dan tak sedikit memprihatinkan. Baik itu menyangkut personil armada, kondisi fisik kendaraan, sampai teknik mengendara si pengemudi yang sembrono. Beberapa waktu lalu kita sempat di hebohkan dengan maraknya kecelakaan akibat faktor kelalaian pengemudi dan kondisi kendaraan yang rusak. Selain itu tempat-tempat pemberhentian kendaraan seperti stasiun dan terminal bis, kondisinya tak jauh beda. Tempatnya kotor dan fasilitas tempat tunggunya pun tak memadai. Hingga para penumpang yang menunggu bis atau kereta harus rela berdiri dan berdesak-desakan. Fasilitas umum yang lain seperti jembatan yang merupakan akses untuk menghubungkan suatu daerah dengan daerah lain pun, kerap kali diberitakan rusak parah seperti jembatan James Bond di Garut.

Lantas seperti apa keadaan fasilitas umum untuk para penyandang disabilitas?

Dengan melihat kondisi fasilitas umum yang saya sebutkan di atas, rasanya kita semua sudah tahu seperti apa keadaan fasilitas umum untuk penyandang disabilitas. Sangat buruk bahkan di tempat saya tinggal nyaris tak ada. Langkah yang diambil Kartunet dengan mengusung tema Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas dan didukung oleh XL Axiata, saya cungi jempol. Karena apa? Karena Kampanye ini, sedikit banyak memberikan pengaruh yang positif terhadap perbaikan fasilitas umum khususnya untuk penyandang disabilitas. Untuk masyarakat yang bukan penyandang disabilitas pun, fasilitas umum kurang memadai, apalagi bagi penyandang disabilitas. Angkutan umum, jalan, halte, stasiun, semua fasilitas yang saya temui, tak ada yang menyediakan space khusus untuk penyandang disabilitas.

Perlu kita fahami bahwa setiap orang yang tinggal di Indonesia berhak mendapat pelayan publik yang baik termasuk para penyandang disabilitas. Jangan karena mereka berbeda, mereka lantas kurang diperhatikan. Faktor ketidakperhatian pemerintah ini yang menurut saya, salah satunya menjadi penyebab para penyandang disabilitas di Indonesia kurang bisa mengembangkan diri dan kreatifitas mereka. Lah, bagaimana mau berkembang jika untuk pergi ke sekolah saja susah, misalkan? Akibatnya, para penyandang disabilitas semakin terpuruk.
Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas yang dilakukan kartunet dan XL Axiata, tampaknya menjadi angin segar pagi penyandang disabilitas. Tanpa adanya bantuan dari pemerintah dan semua elemen masyarakat, saya bisa bayangkan bagaimana sulitnya seorang penyandang disabilitas menjalani aktifitasnya. Ibaratnya saya adalah seseorang yang tuna daksa, maka tak ada kesempatan bagi saya untuk pergi keluar rumah sendiri dengan menggunakan jasa KRL, atau bis. Saya ingat, dulu saya sempat menangis ketika hendak pergi ke sekolah karena di tengah jalan, saya menjumpai seorang kakek penyandang disabilitas yang sangat kesusahan ketika menaiki angkot. Kakek itu seorang diri dan tak ada yang menolongnya. Kakinya hanya sampai setengah paha. Bayangkan betapa susahnya dia mencapai pintu angkot yang tinggi.

Saya harap, kampanye aksesibilitas ini bisa memberikan hasil yang sungguh luar biasa bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Hingga ke depannya tak ada lagi yang menghambat mereka untuk berprestasi. Jangan salah, banyak kan, para penyandang disabilitas yang justru lebih berprestasi dari orang normal?

15 komentar:

  1. wuussshhh semoga masuk ke google search yaa, Nak :p

    BalasHapus
  2. semoga.... ^_^
    yah begitulah mungkin bukan hanya disana saja yah teh. beruntungnya klo dibantu dan si penyandang cacat bisa tenang pula karna jalananpun bagus. tapi sebaliknya, setujulah. MOga menang.
    saya cari ide dulu. ada gak yah?
    ^_^ klo enggak ya gak ikutan hehe, saya juga lagi kejar2an tulisan soalnya hehe.

    BalasHapus
  3. mantep bunda siti :D ternyata blogger jga nyak :)

    BalasHapus
  4. semoga nyeo ya bu... ^_^

    BalasHapus
  5. Annur : Yap, mungkin tulisan ini bisa menjadi bukti kecil kepedulian kita ka, :) untuk menang? rasaanyaaaa
    mudah2an deh

    BalasHapus
  6. Yudi : iya Om. hehhe :)

    Eksak : SEmoga Bang eksas *gigit bibir

    BalasHapus
  7. Menang atau enggak, yang penting udah berusaha ya, Mbak. Tulisan itu dahsyat lho dampaknya ;)

    BalasHapus
  8. Terlalu sulit bagi kita untuk boleh melupakan saudara-saudara kita para pemilik disabilitas. Hanya kebodohan barangkali yang menciptakan rasa tega di dalam hati seseorang ketika ia tidak memiliki keinginan untuk setidaknya mendoakan agar para penyandang disabilitas mendapat aksesibilitas tanpa batas. Baca juga Kartunet Kampanye Aksesibilitas Tanpa Batas

    BalasHapus
  9. pintu angkot yg tinggi merupakan salah satu kendala bagi disabilitas buat menikmati fasum ... dan banyak kasus lagi yg seperti ini

    BalasHapus
  10. miris juga sob kalau untuk penyandang disabilitas harus kesulitan dalam menikmati layanan yg dibuat bagi mereka.. sperti tingginya pintu angkot diatas

    BalasHapus
  11. semoga dengan lomba Kartunet kampanye aksesibilitas tanpa batas ini bisa membuka mata para aparatur pemerintahan dan masyarakat luas... Aminn

    BalasHapus
  12. Aksesibilitas tanpa batas untuk kaum disabilitas perlu kita kita perjuangkan karena mereka layak mendapatkannya...

    BalasHapus
  13. mba della : siip mba, itu juga yang menjadi motivasi buat saya ^^

    @all : terimakasih sudah berkunjung ^^
    semoga ke depannya kita menjadi manusia yang lebih peka

    BalasHapus
  14. Salam. terima kasih untuk tulisan yang menginspirasi ini. terutama informasi tentang perbedaan fasilitas umum dan sosial. sangat membantu. Menrik juga bagaimana kegagalan pemerintah untuk menyediakan infrastruktur dan kebutuhan dasar rakyatnya menjadi soal banyak orang, termasuk penyandang disabilitas, yang tidak dapat mandiri.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejakmu di sini :)
Thanks for coming