9 Maret 2014

Belajar Kreatif dari Suami

Kata 'kreatif' sudah sangat familiar di telinga kita. Banyak poster-poster atau anjuran agar kita bisa tumbuh sebagai manusia kreatif. Apalagi jika kita lihat iklan susu formula, banyak produsen yang menjanjikan kekreatifan pada anak setelah mengkonsumsi susu produksinya. Tapi, apakah benar, kreatif lahir karena sering minum susu? Atau karena hal lain?

Apa sih kreatif?
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kreatif berarti memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; 2 bersifat (mengandung) daya cipta.
Jadi bisa ditarik kesimpulan, bahwa seseorang dikatakan kreatif ketika dia bisa menghasilkan sesuatu hal yang baru. Mungkin kebalikan dari plagiat kali ya?

Sejauh pengamatan saya pada diri sendiri, saya belum bisa menyimpulkan bahwa saya kreatif. Terkadang aksi powerfull saya *cielaaa masih tersekat oleh benteng-benteng pencapaian yang ingin saya raih.
Misalnya, ketika saya menulis. Sebelum saya menulis, saya sudah membayangkan ingin seperti apa nantinya tulisan saya. Makanya, ketika saya mulai menulis dan melihat kenyataan bahwa tulisan saya tak seperti yang diharapkan, maka menguaplah semangatnya.

Padahal kan, seperti kata Bob Sabino, "Lakukan saja, jangan banyak mikir!"
Mikir inilah kadang yang menjadi penghambat untuk menjadi kreatif.

Lalu apakah setiap orang bisa kreatif?
Kalau menurut saya bisa, karena setiap dari kita punya kesempatan dan potensi meski kadarnya pasti berbeda-beda tiap orang. Asalkan kita mau, pasti bisa kan?

Lalu kenapa saya bawa-bawa suami di judul postingan?
Selama hampir 3 tahun menikah dengannya, saya sering dibuat terperangah dengan barang-barang aneh yang dia ciptakan. Tapi ternyata barang-barang buatannya tidak useless, atau dengan kata lain, memang bisa dipakai. Tengoklah gambar-gambar ini!

1. Antena modem dari seserok (alat masak) dan antena tv bekas

Suami membuat antena ajaib ini sekitar sebulan yang lalu ketika kami baru pindah ke Sumedang. Signal di sini bisa dikatakan jelek untuk dapat mengakses internet dengan kecepatan fantastis. Setelah searching suami menemukan tutorial membuat antena untuk modem, namun sayang, ongkos pembuatannya terbilang mahal. Akhirnya suami memutar otak untuk membuat antena yang mirip-mirip tapi lebih minim budget.

berlayar di udara

taraaaaaa, seperti inilah hasilnya. Setelah menggunakan antena ini, saya dan suami bisa internetan ria dengan kecepatan yang tidak menguras kesabaran. Untuk pembuatan detailnya, tanyakan saja pada kreatornya ya :)

2. Lampu emergency tanpa baterai

Rabbi, ternyata kabelnya juga, bekas carger yang nggak dipakai lagi


Dulu, lampu emergency ini menggunakan baterai sebagai sumber dayanya. Yah, namanya juga lampu emergency, pasti digunakan ketika keadaan darurat seperti mati listrik kan? Namun, karena lampu emergency ini sempat diamati oleh  Khoiry, per atau besot (sunda) di tempat meletakkan baterainya rusak.

Menyiasati hal ini, suami menyulapnya menjadi lampu emergency tanpa baterai. Dayanya diambil dari aliran listrik biasa. Kan kalau dibuang sayang. Untungnya suami dulu sekolah di STM jurusan listrik. Jadi, sedikit banyak dia faham mengenai perlistrikan.

3. Kursi dengan 3 kaki plastik dan 1 kaki kayu

Ini karena saking pelit-pelitnya suami, kursi plastik miliknya patah pun, ogah beli yang baru. Diperbaikilah jadi seperti ini. Kaki kursi yang patah diganjal menggunakan kayu, kemudian kayu itu diikat dengan tambang.
Kursi ini sudah lulus uji kelayakan loh. Karena ini memang kursi kerja yang dipakai suami ketika kencan dengan kode-kode komputer.

mau coba duduk di sini? :))

Nah, dari ketiga barang yang lahir dari kekreatifan suami, saya bisa menyimpulkan bahwa kreatif bisa lahir disaat kita kepepet atau terdesak. benar lah buku the power of kepepet itu.

Maka, buat temans yang mau kreatif, ayo keluar dari zona nyaman dan buat zona kepepet.
sALAM KEPEPET! eh, KREATIF!

2 komentar:

  1. Kreatif mbak...hmpir sm kyk suamiku....kursinya sama tuh kyk dirmhku...disambung pkai kayu sm suami....salut ma seroknya mbak jd spt parabola ya....hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehhe iya mba.
      awalnya malah mau pakai wajan

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejakmu di sini :)
Thanks for coming